Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mengomentari soal konversi sepeda motor bensin menjadi motor listrik yang tengah digencarkan pemerintah.

AISI mengaku mendukung program tersebut dan mengklaim tidak akan mengganggu pasar motor listrik pabrikan.

“Konversi motor listrik secara teknologi itu bisa dilakukan.

Tidak akan mengganggu industri, menurut saya, angka motor yang beredar itu cukup besar,” kata Ketua Umum AISI Johannes Loman saat ditemui di arena pameran IMOS 2022, Selasa, 2 November 2022.

Keyakinan AISI bahwa motor konversi tidak akan mengganggu motor listrik pabrikan adalah karena kedua jenis motor listrik tersebut memiliki segmen yang berbeda.

Selain itu, motor listrik konversi saat ini juga masih dalam tahap persiapan untuk memiliki teknologi yang matang.

Hal tersebut bertujuan agar motor listrik konversi bisa digunakan dengan aman.

“Memang kalau teknologinya sudah tepat, saya kira safe.

Saya kira orang-orang teknikal akan memikirkan itu,” jelas Loman menambahkan.

Perlu diketahui, aturan soal motor listrik konversi tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 65 Tahun 2020 tentang Konversi Sepeda Motor dengan Penggerak Motor Bakar Menjadi Sepeda Motor Listrik Berbasis Baterai.

Untuk bisa mengubah motor bensin menjadi motor listrik sekaligus mengoperasikannya di jalan, ada sejumlah persyaratan yang perlu dipenuhi.

Persyaratan tersebut antara lain memiliki Sertifikat Uji Tipe (SUT) atau Sertifikasi Uji Tipe Kendaraan Bermotor (SRUT), memiliki STNK, dan tidak dilakukan untuk bisnis.

Proses konversi juga harus dilakukan di bengkel konversi motor listrik yang sudah mendapat persetujuan resmi dari kementerian terkait.

Setelah sudah memenuhi persyaratan tersebut, motor listrik konversi harus menjalani uji laik sebelum akhirnya diizinkan beroperasi di jalan umum.

Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram GoOto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *